code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

Selamat Hari Ibu


Ibu itu adalah sosok yang sangat berjasa untuk kita. tanpa ibu, kita tidak akan ada di dunia ini. Kasih sayang yang ibu berikan untuk anaknya sangat tidak sebanding dengan apa yang di berikan anaknya. Biar bagaimanapun keadaannya, Ibu akan selalu sayang kepada anaknya. Tapi anaklah yang sering lupa akan jasa-jasa ibu.
Ingatlah pengorbanan ibu saat melahirkan kita. Dia berusaha dengan sekuat tenaganya, dan mempertaruhkan nyawa hanya untuk melahirkan kita kedunia ini. Tapi apa balasan yang ibu dapatkan setelah beliau merawat dan mejaga kita hingga besar. Kadang kita malah membentaknya, memakinya, bahkan tidak jarang seorang anak yang berlaku kasar pada ibu. Ingatlah, tidak selama nya kita akan terus bersama ibu. Bayangkan bagaimana jika saat ini bahkan mungkin sekarang ibu kita diambil oleh Yang Maha Kuasa dengan kata lain meninggal dunia. Apalagi yang dapat kita katakan? Belum sempat kita meminta maaf kepada beliau, belum sempat kita menyenangkan hatinya, belum sempat kita membuatnya tersenyum, dan belum sempat beliau meraskan kasih sayang yang tulus dari kita. Terlambat semuanya.. Sungguh itu sudah tiada guna lagi. Maka dari itu, mulai sekarang sayangilah ibu kalian. jagalah ibu dan selalu lah meminta maaf kepada ibu karena ibu juga pasti akan memafkan anaknya yang tulus. Jangan lah lupa untuk selalu TERSENYUM kepada ibu Karena bagi ibu itu adalah obat.


"SEJARAH HARI IBU"
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan sehari-hari.

Selamat hari Ibu
Tiada kata yang pantas terucap selain “Sanjungan” dan “Terima kasih” serta “Permohonan Maaf”
Maafkan aku ibu, yang selalu melukaimu
Maafkan aku ibu, yang selalu membuatmu menangis pilu
Maafkan kesalahanku...

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/
:-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar