code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

Senyum Palsu dan Senyum Asli


Senyuman dapat mempengaruhi orang di sekitar. Karena pentingnya senyum itu, sebuah perusahaan kereta api Jepang memberlakukan sistem untuk memeriksa apakah karyawannya sudah cukup tersenyum atau belum. Peralatan komputer akan dipasang di 15 stasiun kereta api di Tokyo untuk mengukur apakah lingkaran senyum para karyawan memang sudah cukup besar.
Mereka yang dianggap masih belum tersenyum sesuai besaran yang diharapkan akan diminta agar kurang serius dan lebih gembira. Sistem ini juga akan diterapkan di sebuah rumah sakit di Osaka untuk memastikan agar para staf sudah cukup bersahahabat. Selain di rumah sakit, sistem ini rencananya akan dipasang di tempat pemberhentian truk untuk melihat apakah para supir sudah lelah atau belum.

Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk, mengatakan Jepang amat menghargai layanan yang baik kepada para pelanggan. Dalam layanan kereta api, misalnya, para kondektur diharuskan berpakaian rapi dan menunduk hormat jika pelanggan masuk maupun keluar dari gerbong. Sistem pengukur senyum ini dikembangkan perusahaan Jepang, Omron, yang menyarankan produk mereka juga bisa digunakan di toko-toko guna memastikan reaksi dari para pelanggan atas barang-barang yang dipajang. Namun tidak dijelaskan apakah alat itu bias membedakan senyum palsu dan senyum tulus.

Senyum Asli Versus Senyum Palsu
Senyum dan tawa adalah bentuk perwujudan emosi paling dasar dari manusia dan ini ekslusif milik manusia karena hewan tidak dapat tersenyum. Senyum membuat seseorang gembira. Karena itu, senyum memiliki efek yang tidak sedikit dalam membentuk karakter seseorang.
Tatkala tersenyum, kita memadukan gerakan otot-otot wajah, tarikan napas, dan pusat emosi-rasio di otak. Koalisi tiga komponen ini mampu menghasikan efek besar bagi tubuh dan jiwa sekaligus. Otot-otot yang terlibat terutama adalah otot yang melingkari mata da bibir. Dua otot ini merupakan salah satu “penanda” ketuaan orang. Tidak heran, operasi untuk memudakan wajah antara lain dilakukan dengan mereparasi otot-otot ini. Padahal, tarikan (kontraksi) dan lepasan (relaksasi) otot-otot wajah dapat dilakukan secara gratis melalui senyum di bibir dan kegembiraan dari hati.
Otot-otot wajah diketahui mendapat pengaturan khusus dari otak. Kalau kita tersenyum diplomatis-politis, senyum yang dibuat-buat dan mungkin tidak tulus, bagian otak yang bekerja adalah bagian bernama daerah premotorik. Sebaliknya, jika kita tersenyum spontan dan tulus, pusat bernama daerah motorik-lah yang mengatur otot-otot wajah. Zat kimia yang dilepaskan pun berbeda. Jika senyuman spontan dan tulus, ada lebih banyak zat kefalin dan endorfin yang dilepas. Zat pertama laiknya obat penghilang nyeri. Zat kedua seperti morfin; membuat kita gembira. Efeknya kemudian kembali ke otak, ke jiwa kita. Kegembiraan spontan itu sendiri dapat membuat wajah kita kelihatan lebih segar. Sedangkan, senyum diplomatis-politis membuat zat stres, seperti kortisol dan adrenalin sedikit meningkat karena otak kita harus bekerja berat untuk menyesuaikan kepalsuan-kepalsuan itu. Efeknya jelas: otot-otot wajah bukan rileks, tetapi tegang. Kita seperti menyeringai. Seorang pemain teater yang piawai sekalipun tidak sanggup mengubah efek otak terhadap otot-otot wajah jika itu sebuah kepalsuan dan kepura-puraan.
Tarikan napas antara senyuman spontan dan senyum diplomatis-politis juga sangat berbeda. Yang satu lebih lambat dan diiringi dengan denyut jantung yang lebih lambat, sementara yang satu lebih cepat disertai denyut jantung yang cepat bahkan berdebar-debar.

Senyum Palsu
Ahli otak yang khusus menekuni bagaimana mengatur emosi positif dan negatif, Paul Ekman, membedakan dua jenis senyum: felt simle atau senyum spontan, yang dihayati dan motivasi oleh perasaan tulus; dan false smile atau senyum palsu yang sengaja dibuat untuk meyakinkan orang bahwa ada kegembiraan, ketulusan, kepolosan, dan kejujuran. Senyum palsu pernah dilakukan oleh semua orang, tetapi jauh lebih banyak dilakukan oleh kelompok diplomat, pedagang, politisi dan pekerja hubungan publik (public relation).
Senyum palsu bertujuan menunjukan kegembiraan sekalipun sebenarnya tidak. Senyum ditunjukan untuk meyakinkan orang bahwa ia tulus, gembira, atau polos. Senyum itu dilakukan untuk menutupi isi hati sebenarnya. Ia berusaha menyenangkan orang.
Jika Anda tidak suka pada seseorang, lalu Anda tersenyum untuk menunjukkan bahwa Anda menunjukkan senyum palsu yang dinamakan phony smiles. Sebaliknya, jika hati Anda sedang gundah gulana, sedih, dan susah karena suatu hal, tetapi Anda tersenyum untuk menunjukan keterangan dan kekuatan, maka Anda melakukan senyum palsu bernama masking smiles. Saat melancarkan senyum ini, Anda seperti memakai topeng masker) untuk menutupi perasaan sedih itu. Dalam beberapa hal, senyum palsu tidak sepenuhnya salah, terutama karena kegembiraan itu seperti virus flu; bisa menular dengan sangat cepat.
Ciri penting senyum spontan atau tulus ialah kalau kita tersenyum spontan, apa lagi didasari oleh ketulusan dan kepolosan, sudut bibir kita akan terangkat ke atas diikuti oleh kerutan pada daerah yang melingkari mata. Kalau politisi atau presenter melakukan masking smiles, misalnya karena ingin menarik simpati, kita mengamati bahwa bukan otot di sekitar bibir yang berkontraksi, tetapi otot di bagian wajah lain yang menunjukkan ketegangan.
Namun jangan khawatir dengan senyum palsu yang kita buat. karena tidak selamanya senyum palsu itu jelek. Karena jika kita melakukan senyum palsu di rumah, di kamar, atau di ruang pribadi kita, malah efeknya bisa positif. Karena saat kita melakukan hal itu berarti kita sedang melakukan facial bio feedback, yakni membuat senyum untuk mempengaruhi otak kita. Misalnya saat kita sedang sedih atau gundah gulana, cobalah tersenyum atau tertawa (tapi awas lho! jangan di depan umum ga nanggung resikonya), otak kita akan menangkap senyuman itu dan melepaskan zat tertentu yang kemudian mempengaruhi emosi kita. Hal ini sama dengan terapi wajah atau senam wajah. Ini sebuah olahraga untuk menyehatkan jiwa. demikian juga ketika kita sedang marah atau dongkol. Cobalah menggerak-gerakan otot di sekitar mulut kita, membentuk senyum palsu. Tentu lain ceritanya soal jika senyum palsu ini dilakukan di depan orang lain.

Senyum dan tawa dapat menjadi obat melalui efek resonansi. Orang yang mudah senyum, biasanya mudah gembira. Kegembiraan ini dapat menular. Makin banyak kita tersenyum spontan dan tulus, makin banyak kita membagi kegembiraan kepada orang lain. Keceriaan dan keramahan wajah kita, apalagi dihiasi dengan senyum tulus, akan menjadi obat bagi banyak orang.

(kompasiana.com)

7 komentar:

pajakid mengatakan...

link juga sudah terpasang bro..trims... jgn lupa, klo mau belajar pajak, ke blog saya aja lagi...salam

Anggi Zahriyan mengatakan...

senyum adalah ibadah yh paling gampang gan.. kenapa kok banyak orang yg susah senyum iaa?

soza* mengatakan...

artikelnya bagus!!

jangan asal mengatakan...

Artikelnya bagus... blognya juga keren.. salam kenal ya..

cara mengobati ambeien mengatakan...

senyum asli lebih banyak efek positifnya ya gan

rental ac mengatakan...

ane jadi tau mana yg senyum asli dan senyum yg palsu, thanks bro

sherlina halim mengatakan...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/
:-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar