code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

Perjalanan Hidup Mbah Surip


"Mengenang Sang Legendaris"

Penampilan dan baju Mbah Surip memang sangat khas. Selain rambut gimbal, pelantun 'Tak Gendong' itu juga selalu berkupluk ala rasta.Begitu juga penampilan Mbah Surip saat meninggal dunia. "Kondisi terakhir, dia masih pakai topi khas dia. Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam keadaan mulut berbusa. Jenazah Mbah Surip tiba di RS Pusdikkes pukul 10.30 WIB, dan ditangani dr. Tias. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Mbah Surip. Dia meninggalkan 4 anak dan 4 cucu setelah 26 tahun menduda.

Menurut Martina Omega bagian rekam medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang oleh kerabat yang membawanya yaitu pelawak Mamik. sebelum meninggal, pada tanggal 2 Agustus 2009 saat setelah menggelar pentas di Yogyakarta mbah surip sempat pingsan karena kecapekan.

Kalau benar Mbah Surip meninggal karena kecapekan, Menurut ku Mbah Surip terlalu capek karena terlalu banyak menggendong sampai kemana-mana. (he..he..) coba klo tak gendong sampai sini saja, pasti ga bakalan kecapekan, toh ....

Pria bernama asli Urip Ariyanto ini memang fenomenal. Lagu "Tak Gendong" yang sederhana justru mampu mengubah kehidupan Mbah Surip dari musisi jalanan menjadi miliarder. Diketahui, Mbah Surip merupakan penyanyi fenomenal. Dengan RBT Tak Gendong dia berhasil mendapatkan Rp 9 miliar. Namun royalti yang didapatkannya hanya Rp4,5 miliar. Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada sambung, ia juga dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron dengan honor Rp 5-25 juta per episode. Almarhum mudah dikenal dengan penampilannya bergaya regae sebuah aliran musik asal Jamaika, meskipun Mbah Surip tidak pernah mengakui jika menjadi penggemar Bob Marley.

Meninggalnya Mbah Surip bukan hanya membuat sedih para penggemarnya. Bahkan, para tetangganya di kampung halamannya, Mojokerto turut menangis histeris. Sambil memanggil nama Mbah Surip, mereka pun menangis menyaksikan berita meninggalnya pemilik nama Urip Ariyanto itu. Menurut tetangga, Mbah Surip merupakan orang yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun.Bahkan setelah terkenal dan pulang ke kampung halaman, Mbah Surip tetap nongkrong di pangkalan tukang becak, dekat rumahnya.


Profile Mbah Surip Tak Gendong
Awal Kehidupan Mbah Surip

Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA.

Selain sebagai penyanyi, Mbah Surip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.



Perjalanan di Dunia Musik

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004).

Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.

Mbah Surip tampil juga lewat video klip "Witing Trisno" karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani "Gitar Kopong" nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi "ngalor-ngidul" dengan gaya-nya yang khas, kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran "Manusia Indonesia Sejati" yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut.



3 komentar:

ina mengatakan...

selamat jalan mba Surip, semoga arwahmu diterima di sisi Allah,...

ntar yg gendong ina capa mbah???? huhuhuhuhuhu hikz,...

定请 riZky 送全部 mengatakan...

AMIEN .... kita do'a kan aja ya mbak ...
mau tak gendong ....??
tpi ga kemana-mana, tpi "ke sampai sini aja ...."
he..he.. :D

nindrianto mengatakan...

umur manusia sudah digariskan...smoga mbah Urip diampuni segala dosa dan khilaf2nya...dan diterima semua amal baiknya.....salut buat perjuangan hidupnya...!!

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/
:-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar