code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

1

Lemper Saingi Sushi??





Sumber : www.menteridesainindonesia.blogspot.com
Read more
0

Mengemis itu Haram ???


Fatwa Haram mengemis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Jawa Timur mendapat tanggapan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, H Hasbullah Tuwi.

“Saya baru baca di koran kemarin, intinya MUI Sumenep mengeluarkan fatwa itu dan diiyakan oleh MUI Pusat. Kita harap fatwa ini dibaca oleh orang-orang yang ada di jalanan sehingga mereka bisa tahu dan menyadari kalau salah. Maka itu peran media juga penting untuk menyampaikan pesan ini,” kata Hasbullah, kemarin (25/8).

Tetapi MUI Sumsel dan Palembang sendiri belum mengeluarkan fatwa itu. “Mudah-mudahkan akan senada dengan MUI kita,” ujarnya. Dinas Sosial sendiri sangat menyambut baik fatwa ini berarti MUI juga membantu program Dinsos. Sejalan dengan Perda No.44 tahun 2002 tentang keamanan dan ketertiban yang melarang meminta-minta di jalanan karena akan mengganggu ketertiban di jalan.

Selain itu fatwa ini dikeluarkan dalam waktu yang tepat, pasalnya kecenderungan pada bulan puasa selalu terjadi kenaikan jumlah pengemis dan anjal di Kota Palembang sekitar 20 persen. Mereka bukan saja berasal dari Kota Palembang, tetapi juga kabupaten terdekat seperti OI, OKI, Banyuasin, Prabumulih, bahkan Lampung dan Jambi juga ada.

Terpisah, Ketua MUI Sumsel Drs KH Sodikun menegaskan seorang yang mengemis dapat dikatakan haram, jika orangnya masih muda, sehat, tidak cacat fisik, dan yang terakhir ada yang mengkoordinir. “Karena dalam keadaan tersebut tidak mungkin pengemis tidak dapat mencari jalan lain, setidaknya berusaha berdagang atau usaha lain”ungkap Sodikun.

Memang pengemis boleh meminta di jalan, tapi itu ada pengecualian yaitu cacat fisik dan dalam keadaan darurat. Karena seorang yang mempunyai cacat fisik, susah untuk mendapatkan pekerjaan, walaupun hukumnya “makruh”.

Meski ramadhan ini merupakan bulan tolong menolong, katanya, tapi jangan dijadikan momen untuk meminta-minta. Karena dalam Agama Islam tidak boleh minta-minta, malahan lebih baik berusaha mendapatkan sesuatu dengan halal. Dengan jalan berusaha mencari kerja.

Lebih lanjut, Sodikun mengatakan, Islam selalu membuat umatnya berusaha dalam mencari nafkah, karena berusaha itu sama dengan ibadah dan mendapatkan pahala, sedangkan berdagang merupakan jihad.

Untuk itu, Sodikun menjelaskan, perlu adanya kerja sama antar pihak yang terkait dalam mengangani masalah pengemis, anjal dan gepeng ini. “Jangan sampai kejadian ini terus berlanjut dan menjadi penyakit masyarakat,” pungkasnya.

MUI mengisyaratkan agar para dermawan ataupun muzzaki (orang mampu pemberi zakat) menyalurkan zakat, infak, sodaqoh dan berbagai bantuan lainnya kepada keluarga, kerabat, panti asuhan yang terlembagakan dengan jelas ataupun disalurkan melalui pengurus masjid.

"Kami belum mengeluarkan pernyataan atau edaran yang mengharamkan mengemis. Kami baru saja mengeluarkan edaran agar pengemis ataupun gepeng itu ditertibkan oleh pemerintah daerahnya masing-masing, kalaupun ada pernyataan mengharamkan itu sebagai penguat ketika mengemsi dijadikan sebagai profesi," ujar Sekretaris MUI Jabar, KH Rafani Achyar kepada Tribun di kantornya Jl RE Martadinata Bandung, Rabu (26/8).

Rafani mengatakan, pengharaman pengemis oleh MUI di Madura dilakukan meninjau banyaknya pengemis yang ternyata berkemampuan lebih karena diketahui memiliki swah, ladang bahkan rumah yang besar di tempat tinggalnya.

Dikatakan, mengemis itu sejatinya memperburuk citra umat Islam karena pengemis itu hanya menengadahkan tangan untuk mendapatkan sejumlah uang tanpa proses kerja yang mengeluarkan keringat. Disisi lain, lanjutnya, Islam mengajarkan bahwa pemberi itu jauh lebih baik dibandingkan dengan peminta-minta.

"Mengemis itu sama sekali bukan perbuatan mulia, terlebih saat ini banyak pengemis yang dikelola oleh sebuah pihak semacam mafia dengan mendatangkan pengemis dari sebuah daerah tertentu. Nah pemerintah daerah harus memahami dan segera bersikap tegas menertibkan hal itu dengan berkoordinasi dengan daerah asal pengemis," katanya.

Rafani mengatakan, sudah saatnya ada payung hukum yang jelas untuk menindak pengemis sehingga aparat keamanan bisa menindak dan menertibkannya sesuai hukum mengingat perbuatan menghimpun pengemis bukan lagi rahasia umum.


Terus bagaimana ya nasib para pengemis..??

Read more
6

Model Rambut Unik












" Gimana ya, Klo motong rambut sambil kebalik ??? "


Read more
0

Siapa Pahlawan Kita ???


Sering kita diajarkan untuk tidak terus larut dalam kesedihan ketika musibah datang. Sebab di balik musibah selalu hikmah yang bermanfaat bagi pematangan kita menapaki kehidupan ke depan.

Demikian pula sebaiknya kita bersikap menghadapi serangan teror hari Jumat lalu. Serangan teror di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot tidak boleh melemahkan kita sebagai bangsa. Justru kita harus tegak untuk menghadapinya dan menjadikan musibah itu sebagai momentum untuk makin mengukuhkan kita sebagai sebuah bangsa.

Begitulah yang juga dilakukan oleh bangsa-bangsa besar dunia. Mereka selalu memetik hikmah dari setiap peristiwa yang mereka hadapi untuk memperkuat rasa kebangsaan, nasionalisme bangsa mereka, sehingga kemudian mereka tumbuh sebagai bangsa besar yang dihormati.

Lepas dari persoalan eksis yang kemudian terjadi, kita merindukan situasi seperti yang dialami bangsa Amerika pasca serangan teror 11 September 2001. Presiden George W. Bush ketika itu mampu tampil untuk mempersatukan bangsa Amerika dan menyuntikkan rasa kebanggaan yang tidak boleh goyah hanya karena serangan teror tersebut.

Bagaimana Bush melakukan itu? Dengan menemukan orang-orang yang gagah berani menghadapi serangan teror dan menempatkan mereka itu sebagai pahlawan baru Amerika. Pahlawan itu bukan hanya tentara yang berperang di medan tempur. Setiap warga merupakan pahlawan ketika mereka memberikan sumbangsih tanpa pamrih kepada negara.

Kita masih ingat pahlawan-pahlawan baru bangsa Amerika ketika itu adalah para petugas pemadam kebakaran. Mereka pantas disebut pahlawan karena di tengah kegentingan dan kekalutan ketika itu, mereka terus berjuang untuk menyelamatkan siapa pun yang masih bisa diselamatkan. Mereka tidak lagi memedulikan keselamatan diri mereka dan terus mencoba menaiki Gedung Menara Kembar yang terbakar untuk mematikan api serta menyelamatkan ribuan orang yang terjebak di dalam gedung. Ketika Gedung Menara Kembar itu ternyata runtuh, banyak petugas pemadam kebakaran yang akhirnya menjadi korban karena tidak sempat menyelamatkan diri lagi.

Kita tentu masih ingat bagaimana Presiden Bush kemudian tampil di lokasi tempat kejadian. Dengan menggunakan megaphone dan berdiri di puing-puing reruntuhan ia memuji keberanian para petugas pemadam kebakaran. Presiden Bush atas nama rakyat Amerika memberi penghormatan yang tinggi kepada mereka.

Momentum itulah yang membuat bangsa Amerika bangkit berdiri menghadapi tantangan maha berat itu. Rasa nasionalisme sebagai bangsa kembali dikumandangkan. Tidak ada satu pun kegiatan di Amerika yang kemudian tidak dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, The Star Spangled Banner. Itu terus berlangsung hingga saat ini.

Bagaimana seharusnya kita? Momentum serangan teror terakhir yang terjadi di Jakarta seharusnya bisa dijadikan momentum untuk menemukan pahlawan-pahlawan baru bangsa. Sudah terlalu lama bangsa ini kehilangan semangat kepahlawanan. Kalau coba kita lihat kembali saat pertama bom meledak di Ritz Carlton dan Marriot, banyak orang yang pantas diberikan apresiasi. Mereka yang dengan sigap mencoba menolong orang yang terluka dan kemudian secara berani menghentikan semua mobil yang lewat untuk membawa para korban ke rumah sakit.

Di tengah begitu banyaknya orang yang merintih kesakitan dan terbatasnya jumlah ambulans yang tersedia untuk mengangkut para korban, orang-orang yang tampil secara sukarela untuk menyelamatkan begitu banyak nyawa, mereka pantas kita sebut pahlawan. Seharusnya para pemimpin tampil untuk memberi apresiasi tinggi kepada mereka. Para pemimpin tampil untuk membesarkan hati seluruh rakyat dan
mendorong lebih banyak lagi warga untuk memiliki jiwa kepahlawanan seperti itu.

Sayang kita menyia-nyiakan momentum itu. Yang justru muncul adalah keinginan untuk menonjolkan kepentingan pribadi atau kelompok. Bukan mendahulukan kerugian yang dialami rakyat banyak dan para korban, tetapi mempersoalkan kerugian pribadi karena pencitraan diri yang tercoreng. Sementara bangsa lain menjadikan setiap tragedi sebagai kesempatan untuk menyatukan kekuatan bangsa, kita justru menjadikan tragedi itu untuk tercerai berai. Saling tuding, saling menyalahkan di antara para elite lebih menonjol daripada ajakan untuk menyatukan kekuatan apa pun latar
belakang politiknya menghadapi musuh bangsa dan negara.

Benarlah dikatakan, kepemimpinan seseorang teruji bukan pada keadaan normal, tetapi justru pada saat krisis. Kematangan, kenegarawanan bisa terlihat di saat krisis, karena disanalah keputusan penting harus diambil. Sebab pilihan yang dihadapi pada saat krisis bukanlah antara baik dan buruk, good or bad, tetapi antara yang buruk dan kurang buruk, evil or less evil.

Perjalanan kita sebagai bangsa memang baru seumur jagung. Kita tidak boleh meratapi kenyataan yang kita hadapi. Sebaliknya kita harus tetap bersikap optimistis. Semoga semua ini menjadi pelajaran berharga dalam menapaki kehidupan berbangsa yang masih panjang.
Read more
5

Gaya Pacaran Masa Kini


Ketika Anda ditanya, 'sudah punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?

Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.

Sejurus dengan itu, media massa kian membangun budaya masa dalam masyarakat. Jean Baudrillard, strukturalis asal Perancis mengungkapkan dalam bukunya Ecstacy of Communication (1987), bahwa berkat makna, informasi dan transparasi, masyarakat telah melewati ambang batas menuju 'ecstacy permanent'; the ecstacy of social (the masses), the body (obesity), sex (obcenity), violence (terror), and information (simulation).

Pacaran telah menjadi komoditas kehidupan industrialis. Seperti dikatakan oleh Ardian A. Waskito, mahasiswa Psikologi UNDIP Semarang, yang dimuat dalam Majalah Psikologi Volume II, No 11, 'Cinta tidak lagi dipandang sebagai buah kematangan jiwa seseorang, tapi cinta hanyalah nama lain dari nafsu yang menggelora. Sehingga gaya pacaran semakin melenceng dari norma. Menjomblo bukan berarti kehampaan rasa cinta dalam diri, namun justru kemenangan pencarian makna cinta dalam diri sendiri'.

Menurut Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).

Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.

Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.

Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Read more
7

Borongan 9 Award



Nich script nya ...


waduch kali ini ku benar2 kualahan, sampe-sampe harus mendapat kan 9 sekaligus award. ke 9 award ini ku dapet dari gudang nya award lho yakni
Mbak Reni yang sedang merayakan blog baru dan posting-an nya yang ke-200. (waduch banyak amat), kapan ya ku bisa nulis artikel sebanyak itu .. ?? 5 tahun kah ... ?? langsung aja dech ga usah pake basa-basi, (karena ku emang ga bisa basa-basi he..he..)

ya udah dech intip award lain nya juga ya ... !!!











Semua award di atas akan ku persembahkan kepada sobat blogger yang beruntung:




bagi yang dapet award selamat ya, dan bagi yang mau, kamu bisa tinggal kan comment aja, ntar pasti nama sobat ku pasang juga ....

Read more
3

Perjalanan Hidup Mbah Surip


"Mengenang Sang Legendaris"

Penampilan dan baju Mbah Surip memang sangat khas. Selain rambut gimbal, pelantun 'Tak Gendong' itu juga selalu berkupluk ala rasta.Begitu juga penampilan Mbah Surip saat meninggal dunia. "Kondisi terakhir, dia masih pakai topi khas dia. Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam keadaan mulut berbusa. Jenazah Mbah Surip tiba di RS Pusdikkes pukul 10.30 WIB, dan ditangani dr. Tias. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Mbah Surip. Dia meninggalkan 4 anak dan 4 cucu setelah 26 tahun menduda.

Menurut Martina Omega bagian rekam medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang oleh kerabat yang membawanya yaitu pelawak Mamik. sebelum meninggal, pada tanggal 2 Agustus 2009 saat setelah menggelar pentas di Yogyakarta mbah surip sempat pingsan karena kecapekan.

Kalau benar Mbah Surip meninggal karena kecapekan, Menurut ku Mbah Surip terlalu capek karena terlalu banyak menggendong sampai kemana-mana. (he..he..) coba klo tak gendong sampai sini saja, pasti ga bakalan kecapekan, toh ....

Pria bernama asli Urip Ariyanto ini memang fenomenal. Lagu "Tak Gendong" yang sederhana justru mampu mengubah kehidupan Mbah Surip dari musisi jalanan menjadi miliarder. Diketahui, Mbah Surip merupakan penyanyi fenomenal. Dengan RBT Tak Gendong dia berhasil mendapatkan Rp 9 miliar. Namun royalti yang didapatkannya hanya Rp4,5 miliar. Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada sambung, ia juga dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron dengan honor Rp 5-25 juta per episode. Almarhum mudah dikenal dengan penampilannya bergaya regae sebuah aliran musik asal Jamaika, meskipun Mbah Surip tidak pernah mengakui jika menjadi penggemar Bob Marley.

Meninggalnya Mbah Surip bukan hanya membuat sedih para penggemarnya. Bahkan, para tetangganya di kampung halamannya, Mojokerto turut menangis histeris. Sambil memanggil nama Mbah Surip, mereka pun menangis menyaksikan berita meninggalnya pemilik nama Urip Ariyanto itu. Menurut tetangga, Mbah Surip merupakan orang yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun.Bahkan setelah terkenal dan pulang ke kampung halaman, Mbah Surip tetap nongkrong di pangkalan tukang becak, dekat rumahnya.


Profile Mbah Surip Tak Gendong
Awal Kehidupan Mbah Surip

Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA.

Selain sebagai penyanyi, Mbah Surip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.



Perjalanan di Dunia Musik

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004).

Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.

Mbah Surip tampil juga lewat video klip "Witing Trisno" karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani "Gitar Kopong" nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi "ngalor-ngidul" dengan gaya-nya yang khas, kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran "Manusia Indonesia Sejati" yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut.


Read more
7

Sejarah + Perkembangan Google ?


Wah rasanya kalau kita bicara 2 Pendiri Google orang ini kayak nya penuh Cerita Sukses Seru yang fenomenal, bayangkan Hanya dalam waktu 10 tahun lebih, mereka berhasil menempati posisi 5 besar warga terkaya di AS pada tahun 2007 kekayaan mereka US$ 18.5 Milyar. dan menjadi TOP 30 Orang Terkaya Didunia, wew gimana gak kaya mereka aja bisa membayar Ratusan Ribu Orang didunia dari Program Google Adsense Publisher newbie kelas newbie seperti saya saja mampu dibayar dengan angka cuman dikit $ perbulan, nah kalau dilihat dari 10 web terbaik versi alexa (data versi oktober 2008) 3 web adalah milik om google yakni youtube, google.com dan blosgpot. Dari kekayaan tersebut mereka kini telah memiliki pesawat pribadi Boeing 767. weks bagaimana kalau kita baca aja sedikit mengenai sejarah pembuatan google ...


Pada awalnya, dua orang pemilik google yaitu Larry(34) Page dan Sergey Brin(34) membangun Backrub Project. Namun karena mengalami kemunduran, mereka berdua berniat menjual backrub project kepada Ask (kalau tidak salah). Namun pihak Ask menolak karena mereka lebih percaya kepada mesin buatan mereka sendiri. Karena tidak bisa dijual, mereka menginginkan nama baru untuk mesin mereka. Awalnya mereka menginginkan nama googol untuk search engine barunya. Mungkin kata ini jika dicari di kamus tidak ada artinya. Namun mereka berdua mengklaim bahwa googol mempunyai arti yaitu 10 pangkat 100 (entahlah). Saat mereka akan membeli domain, ternyata terjadi kesalahan dalam pengetikan dan berubah menjadi kata Google. Nah itulah sejarah Google. Aku gak habis pikir, masa' perusahaan sebesar itu berawal dari kesalahan menulis nama domain?? (he..he..)

Google Inc berkantor di Googleplex, di selatan San Fransisco Bay. Sekitar 16 ribu karyawan Google ngantor tanpa memakai seragam. Bisa membawa anjing ke kantor. Ada tempat bermain bagi anak-anak karyawan, layanan tukang pijat profesional, dan fasilitas lain yang tidak ada pada kantor-kantor perusahaan umumnya.

Bekerja serius dan kreatif tapi santai, begitulah kehidupan di Googleplex, kantor pusat Google di Mountain View, Santa Clara County, California. Googleplex adalah pelesetan dari kata Google dan complex. Wikipedia mencatat, Google Inc. yang didirikan 1998 dari sebuah garasi rumah oleh dua mahasiswa Universitas Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, telah membeli empat gedung di areal seluas 47,038 m² itu seharga $319 juta atau sekitar Rp3 triliun. Di sanalah para karyawan Google sehari-hari bekerja.

Semua kesan santai bekerja di Googleplex tersebut sebenarnya sudah tergambar dari logo Google yang berwarna-warni, sering dibuatkan animasi pada hari-hari tertentu, dan pada bulan April suka bercanda dengan berita-berita bohong yang bikin orang kaget.

Kupikir masyarakat dunia wajar tercengang melihat pertumbuhan Google yang pesat dan menjadi raksasa Internet, menjadi mesin pencari terbesar dan pelayan iklan online terkaya. Apalagi ternyata perusahaan ini “tidak disiplin” layaknya perusahaan Indonesia atau instansi pemerintah RI — yang mewajibkan pegawainya memakai seragam plus baris-berbaris di apel pagi sembari menghormat bendera, bahkan sering dimulai dan diakhiri dengan doa.

siapakah Hubert Chang ... ???

Kejutan yang cukup menarik ketika seseorang mengaku telah membantu Larry Page dan Sergey Brin dalam pembuatan Google di tahun 1997 lalu. Seorang lelaki yang mengaku bernama Hubert Chang. Hubert Chang mengaku telah memiliki rekaman video yang diklaimnya telah merepresentasikan pembuatan Google sekaligus instrument pengembangan Google, yang sekarang ini telah menjadi pemimpin dunia search engine Internet dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 135 miliar.

“Google telah didesain oleh Larry, Sergey dan saya pada bulan February 1997. Desain termasuk algoritma search engine, bisnis model yang disebut AdSense dan AdWords, nama perusahaannya, arsitektur sistemnya, budaya corporasi seperti untuk sekolah, dan pola perkembangan Google. Semuanya ada dalam video yang sudah diupload sejak Desember 2007.”, kata Chang.

Chang menambahkan, mungkin orang berpikir bahwa dirinya bohong atau gila atau membuat orang kecewa, namun sesungguhnya itulah kejujuran dari dirinya. Chang mengatakan dirinya dikenalkan dengan Page dan Brin pada Januari 1997 oleh professor ilmu computer dari Standford University, Rajeev Motwani. Ketika itu, Chang masih berstatus mahasiswa, dan kemudian mereka bertiga berkolaborasi membuat search engine. Namun, ketika Larry dan Page ingin mencantumkan nama Chang kebuku akademik yang menjelaskan system ranking website Google, Chang menolak dengan alasan ingin berfokus pada tugas disertasi Ph.D-nya.

Setelah lulus gelar S2-nya di tahun 2002, Chang kemudian berusaha menghubungi Larry dan Brin, namun bukan berasal dari Larry dan Brin secara langsung, tetapi dari pihak ketiga, yang kemudian masing-masing kehilangan kontak. Chang menegaskan Larry dan Brin sama sekali tidak mengkomunikasikan perkembangan Google, padahal ia sama sekali tidak mengubah alamat emailnya.


"Jadi pendiri GOOGLE tuch ada berapa sich ... ?? ku jadi bingung ... "
Read more