code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

15

Iklan Indo Kocak Bikin Ngakak



Setelah lama vakum dari dunia "Blogger". Kali ini saya mulai lagi mencoba posting di tengah2 kesibukan kuliah (sok sibuk ah.. hehe..) dengan beberapa postingan yang gak penting (lho.. maksudnya..!??). postingan kali ini berupa iklan-iklan kocak yang ada di bumi kita Indonesia ini. Postingan ini terinspirasi dari postingan saya sebelumnya yang berjudul "Iklan Sarap Bikin Insap". hehe.. klik aja di sini kalu mau baca.

hmm.. kelamaan nih..!! langsung aja deh tanpa "baa.. bii.. buu.." lagi, nih Iklan-Iklan Kocak Bikin Ngakak.



1. "Big – Babol" Odong-odong. Hati2 makan jenis permen ini, jangan sampe nyangkut di odong-odong, hehe.. sangat merakyat.



2. "Panasonic" Nose Hair Trimmer. Wah, alat yang canggih, kabel listrik kusut aja bisa langsung lurus, baiknya dikasi sama orang PLN tuh, biar ga kejadian lagi listrik2 pada mati.



3. "CDR" Strong bone formula. Pada awalnya kita ngga akan ngeh, tapi coba perhatikan kaki mejanya.. canggih bukan?!



4.
"Fontline" Anti Kutu. Weleh2, manusia dianggap kutu, hehe.. Media yang cukup kreatif, memanfaatkan lantai dasar dari suatu plaza, orang-orang pun menjadi sangat tertarik. The power of promotion & creativity!!.



5.
"Kayaking" Kacang Jumbo, gajah saja sampai tersedak.



6. "Lifebuoy" sabun antiseptik. Kita makan yang kita pegang. Masuk akal...



7.
"Lux" display sepatu di batang pohon. Katanya sih sampai pohon yang keriput bisa dibuat mulus oleh sabun ini, hehe.. (ada2 aja..)



8.
"Lumix" kamera anti getar. Hoho, boleh nih dipake para fotografer spesialis balap bajaj



9.
"Surf" sabun pemutih. Baju saja bisa jadi terang benderang gara-gara sabun ini.. dan coba lihat ekspresi muka si suster, wakakakakak.. gak nahan ekspresinya.. :D



10.
"Visine" hilangkan mata merah dalam 60 detik. Hmm,, perasaan kalau di lampu merah bisa sampe bermenit-menit ya?!



11.
"A-Mild" Siang Dipendam Malam Balas Dendam. mungkin nih iklan bikinya pas lagi bulan puasa kali ya.. hehe..



Semua gambar disini merupakan hak cipta dari masing-masing pemegang merk. Meskipun ada beberapa materi yang belum sampai produksi, ide kreatif anak bangsa wajib diacungi jempol. Salut buat periklanan Indonesia!


Read more
6

Foto Jasad Mbah Maridjan dalam Posisi Sujud


Tim evakuasi yakin jasad yang ditemukan di dapur rumah Mbah Maridjan dalam posisi sujud adalah juru kunci (kuncen) Gunung Merapi itu. Petugas mengenali dari benda-benda yang melekat di tubuh Mbah Maridjan. “Dilihat dari batiknya dan kopiah yang dipakai di kepalanya kita yakin Mbah Maridjan ,” kata petugas Tim SAR Yogyakarta, Suseno, saat ditemui di RS dr Sardjito, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010).

Berikut Foto-foto Jasad yang diduga Mbah Maridjan :



Dia menjelaskan, Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB. Tim evakuasi segera membawa dia ke RS Sardjito untuk dievakuasi dan identifikasi.
“Lokasi penemuan jenazahnya di daerah dapurnya, di belakangnya ada alat-alat dapur,” tutupnya.
Tim evakuasi yang turun pada pagi ini adalah tim yang kedua. Sebelumnya pada Senin (26/10) malam tim tidak sampai memeriksa ke dalam rumah. Tim segera turun mengingat kondisi gelap.



Mbah Maridjan menetap di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Dia menjadi kuncen Merapi atas titah Sultan HB IX (alm). Pada 2006, Mbah Maridjan enggan mengungsi dengan alasan belum saatnya Merapi meletus. Dia selamat karena awan panas (wedhus gembel) dan material tidak melewati kampungnya, melainkan ke Kaliadem



Read more
25

Wajah Pemeran Film Kera Sakti



"Inilah wajah-wajah pemeran kera sakti yang unik"


Dicky Cheung sebagai Sun Go kong
:
season 1


dicky cheung (kera sakti season 1) diganti oleh Benny chan (kera sakti season 2) karena ada suatu masalah dengan produsernya, nih fotonya..


Benny Chan sebagai Sun Go Kong:
Season 2



Kwong Wa sebagai Tong Sam Chong:



Wayne Lai sebagai Cu Pat Kay:



Evergreen Mak sebagai sha Wu Jing:



Gordon Liu sebagai Siluman Kerbau:



Rebecca Chan sebagai Putri Kipas:



Ho Mei Tian sebagai Ang Hai Ji:



Joe Ma sebagai Dewa Er Lang:



Derek Kwok sebagai Kera Tum Pey:



Rain Lau sebagai En-en si Siluman Laba-laba:



Marianne Chan Miu Ying sebagai Siluman Tengkorak Putih:



Lui Yau Wai sebagai Dik Chang e:

Read more
2

Selamat Tahun Baru 2010


hidup hanya sebentar...
sebentar senang...
sebentar sedih...
sebentar bokek...
sebentar banyak duit...
sebentar nangis...
sebentar ketawa...
Eh, sebentar ya.. udah ganti tahun nih...
Met tahun baru 2010 ya...
Read more
5

Arti Kebahagiaan


Bahagia adalah pilihan, keputusan yang lahir dari hati setiap manusia. Dicari, diperjuangkan dan dinikmati dalam kehidupan kita. Arti kebahagiaan bagi setiap orang memang tak selalu sama karena kebahagiaan sering dipersepsikan sebagai ketercapaian atas sesuatu yang kita inginkan, kesuksesan atau kesempurnaan. Sejatinya, tidak ada kesempurnaan yang bisa membuat kita bahagia, tetapi kebahagian membuat hidup kita terasa sempurna. Setiap harapan dan kenyataan sebenarnya bisa membuat kita bahagia karena diri kitalah yang bisa menentukan, menjadi sumber, dan merasakan kebahagiaan itu. Apakah makna bahagia yang sesungguhnya? Bagaimanakah cara kita untuk bahagia?

Bahagia bisa dimaknai sebagai menyatunya berbagai perasaan positif sehingga menumbuhkan ketentraman dan ketenangan hati, serta melahirkan kebermaknaan hidup. Kebahagiaan hakiki bukan sekedar mengejar mimpi, tapi memiliki mimpi bisa membuat kita termotivasi untuk bahagia. Kebahagiaan sejati tidak bersumber pada kesempurnaan materi karena materi hanya perantara dan sementara. Kebahagiaan itu terjadi jika kita benar-benar memahami hati, bersahabat dengan hati, mengikuti kata hati, dan menjadikannya energi untuk membuat keadaan dan kenyataan yang kita jalani lebih berarti. Kata hati tak pernah mendustai, menuntun kita kepada kejujuran memahami, mengasah kepekaan untuk merasakan, memberi dan berbagi dengan orang lain, tanpa kepura-puraan dan tanpa ditutup-tutupi.


Banyak cara yang dilakukan orang dengan tujuan dan alasan kebahagiaan. Dari eksploitasi fisik hingga eksplorasi pikiran. Berkutat dengan fakta dan logika, hingga semua hal sering dinilai dengan logis dan tak logis. Kata hati, begitu sering terlupakan dan terabaikan. Padahal, kata hati mampu menuntun kita ke jalan yang tepat. Jalan yang bisa membuat kita merasa bahagia. Meskipun barometer kebahagiaan bagi setiap orang bersifat relatif, kebahagiaan itu sederhana jika kita mau mengikuti kata hati. Diri dan cara kita menyikapi setiap keadaanlah yang sebenarnya sering membuat kebahagiaan itu sirna.

Mungkin kita pernah mangalami kondisi seperti ini :

1)
Kita tidak bahagia karena kita terlalu banyak keinginan, sehingga kita tidak fokus berproses mencapai satu keinginan, tidak benar-benar memahami apa sebenarnya yang lebih kita butuhkan. Keinginan yang berlebihan adalah nafsu yang mencelakakan dan menimbulkan penyesalan.


2)
Kita tidak bahagia karena kita seringkali berperang dengan diri, merasa tidak puas dengan keadaan dan tidak mampu menerima kenyataan hidup, sehingga kita larut dalam kekecewaan, menyalahkan bahkan mengkambinghitamkan orang lain, dan menyalahkan takdir


3)
Kita tidak bahagia karena kita selalu melihat ke atas, terlalu sering membandingkan diri dengan orang yang lebih tinggi, sehingga selalu merasa kurang dan merasa tidak adil.


4) Kita tidak bahagia karena kita mencintai kesempurnaan – bukan keutuhan, sehingga sulit menerima kekurangan diri dan orang lain, tidak siap menerima perubahan sesuatu yang kita anggap sempurna, dan ingin selalu mempertahankan kesempurnaan itu.

5) Kita tidak bahagia karena kita terlalu mencintai kesenangan hidup dan tidak siap menghadapi kesusahan, sehingga kita tidak memiliki keterampilan dan keahlian untuk menghadapi kekecewaan dan masalah. Padahal, masalah dan kepahitan merupakan guru kehidupan yang bisa membuat pencerahan

6)
Kita tidak bahagia karena kita sering berburuk sangka kepada Yang Maha Menentukan, selalu menerka-nerka yang akan terjadi, cemas, gelisah dan takut, sehingga kepercayaan dan keyakinan kita goyah, bahkan hilang



Semua hal yang membuat kita tidak bahagia sebenarnya bersumber dari diri kita sendiri. Dominasi persepsi dan cara pandang yang keliru seringkali menguasai diri daripada kata hati. Padahal, cara untuk bahagia ada pada hati, yaitu keikhlasan hati untuk menerima dan mensyukuri yang ada, serta sabar menghadapi kenyataan.

Ikhlas adalah keterampilan kita untuk berpasrah dan berserah diri. Keikhlasan hati merupakan energi tertinggi yang akan memotivasi diri untuk menyempurnakan ikhtiar, serta kepasrahan diri kepada Yang Maha Memberi. Energi ikhlas akan bersinergi dengan rasa syukur dan kesabaran, sehingga melahirkan bahagia di hati kita. Sabar menghadapi ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan dan mensyukuri yang Allah SWT berikan merupakan strategi untuk mengubah kegelisahan menjadi ketenangan, mengambil hikmah dari musibah, mereduksi kesedihan menjadi kebahagian, mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan, serta merevolusikan hati menjadi lebih indah. Keikhlasan, kesabaran dan rasa syukur ini akan menimbulkan keajaiban berupa tumbuhnya perasaan-perasaan positif yang menentramkan hati seperti kejujuran, keterbukaan hati dan pikiran, kerelaan untuk memberi dan berbagi, pemahaman atas jati diri dan kesadaran untuk memiliki tujuan hidup, sehingga dapat merasakan kebermaknaan hidup dan menghayati nikmatnya hidup. Sifat- sifat hati yang seperti ini yang bisa membuat kita bahagia. Kebahagiaan sejati yang mungkin bisa membuat kecerdasan spiritual kita tumbuh dan teraplikasikan dengan baik.


Setiap manusia boleh menentukan target dan mencapainya karena sesungguhnya manifestasi dari keikhlasan ialah menyempurnakan ikhtiar, berpasrah diri, serta ridho dengan kenyataan atau hasil yang dicapai. Memang mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Namun, ikhlas, sabar dan bersyukur merupakan proses belajar dan berlatih sepanjang hidup kita untuk senantiasa merasa bahagia. Dimulai dari kita dan saat ini juga. Semoga hati kita selembut sutra dan sekokoh baja, mudah tersentuh percikan iman dan tetesan hidayah, serta menetap dalam keteguhan iman. Amin..



(niahidayati.net)
Read more
0

Selamat Hari Ibu


Ibu itu adalah sosok yang sangat berjasa untuk kita. tanpa ibu, kita tidak akan ada di dunia ini. Kasih sayang yang ibu berikan untuk anaknya sangat tidak sebanding dengan apa yang di berikan anaknya. Biar bagaimanapun keadaannya, Ibu akan selalu sayang kepada anaknya. Tapi anaklah yang sering lupa akan jasa-jasa ibu.
Ingatlah pengorbanan ibu saat melahirkan kita. Dia berusaha dengan sekuat tenaganya, dan mempertaruhkan nyawa hanya untuk melahirkan kita kedunia ini. Tapi apa balasan yang ibu dapatkan setelah beliau merawat dan mejaga kita hingga besar. Kadang kita malah membentaknya, memakinya, bahkan tidak jarang seorang anak yang berlaku kasar pada ibu. Ingatlah, tidak selama nya kita akan terus bersama ibu. Bayangkan bagaimana jika saat ini bahkan mungkin sekarang ibu kita diambil oleh Yang Maha Kuasa dengan kata lain meninggal dunia. Apalagi yang dapat kita katakan? Belum sempat kita meminta maaf kepada beliau, belum sempat kita menyenangkan hatinya, belum sempat kita membuatnya tersenyum, dan belum sempat beliau meraskan kasih sayang yang tulus dari kita. Terlambat semuanya.. Sungguh itu sudah tiada guna lagi. Maka dari itu, mulai sekarang sayangilah ibu kalian. jagalah ibu dan selalu lah meminta maaf kepada ibu karena ibu juga pasti akan memafkan anaknya yang tulus. Jangan lah lupa untuk selalu TERSENYUM kepada ibu Karena bagi ibu itu adalah obat.


"SEJARAH HARI IBU"
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan sehari-hari.

Selamat hari Ibu
Tiada kata yang pantas terucap selain “Sanjungan” dan “Terima kasih” serta “Permohonan Maaf”
Maafkan aku ibu, yang selalu melukaimu
Maafkan aku ibu, yang selalu membuatmu menangis pilu
Maafkan kesalahanku...
Read more
5

Orang Tua adalah Guru Utama


"Orang Tua Guru Pertama dan Utama"

Setiap anak dilahirkan kedunia ini dalam keadaan fitrah, artinya manusia lahir membawa fitrah beragama dan potensi berbuat baik. Fitrah inilah yang membedakan antara manusia dan makhluk Allah lainnya. Fitrah dan potensi yang sudah ada semenjak dilahirkan itu tidak akan berkembang secara optimal tanpa adanya pemeliharaan dan bimbingan.

Bimbingan untuk pengembangan fitrah dan potensi yang masih berupa bibit atau benih itu dapat melalui proses pendidikan. Seorang anak harus dipandu dan diarahkan agar mereka tidak menyimpang dari fitrah dan potensinya yang sudah mereka bawa semenjak lahir dengan memberikan pendidikan.

Kegiatan dan proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan ini harus bekerja sama dan saling mendukung untuk hasil yang maksimal dalam membentuk kepribadian seorang anak yang baik dan sholeh.

Lingkungan pertama yang punya peran adalah lingkungan keluarga, disinilah anak dilahirkan,di rawat dan dibesarkan. Disinilah proses pendidikan berawal, orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Orang tua adalah guru agama, bahasa dan sosial pertama bagi anak, kenapa demikian? Karena orang tua (ayah) adalah orang yang pertama kali melafazdkan adzan dan iqomah ditelinga anak di awal kelahirannya. Orang tua adalah orang yang pertama kali mengajarkan anak berbahasa dengan mengajari anak mengucapkan kata ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga lainnya. Orang tua adalah orang yang pertama mengajarkan anak bersosial dengan lingkungan sekitarnya.

Orang tua, ibu khususnya karena seorang ibu yang biasanya punya banyak waktu bersama anak dirumah, bisa menjadi guru yang baik bagi anak-anaknya, jika seorang ibu mampu mengarahkan, membimbing dan mengembangkan fitrah dan potensi anak secara maksimal pada tahun-tahun pertama kelahiran anak dimana anak belum disentuh oleh lingkungan lain, dalam artian anak masih suci.

Masa-masa anak hanya berinteraksi dengan anggota keluarga, ini adalah saat yang tepat bagi orang tua untuk membentuk karakter seorang anak. Orang tualah yang mengarahkan kehidupan anak dengan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dirumah yang merupakan teladan bagi anak.

Disadari atau tidak oleh orang tua, gerak gerik dan tingkah laku mereka sehari-hari yang setiap waktu bahkan setiap saat dilihat, dirasakan dan di dengar oleh anak adalah proses belajar bagi mereka.

Kalau materi yang sering diterima anak baik, sebuah keluarga yang harmonis, hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang, secara otomatis unsur-unsur kebaikan itu akan tertransfer kedalam diri anak, disaat itu bisa dikatakan orang tua telah berhasil menjadi seorang guru yang bagi anaknya. Namun jika materi yang sering diterima anak tidak baik, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perhatian dan kasih sayang yang kurang karena orang tua sibuk dengan urusan masing-masing, ucapan-ucapan yang tidak baik, disaat itu orang tua telah gagal menjadi guru pertama dan utama bagi anak.

Proses kehidupan dalam sebuah keluarga adalah proses belajar pertama bagi anak sebelum mereka hidup dalam lingkungan yang lebih luas yaitu sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu seharusnya setiap orang tua harus mampu memanfaatkan masa-masa ini untuk mengembangkan potensi anak untuk membentuk pribadi yang sempurna.

Setiap oarng tua selalu mengatakan dan berharap punya anak yang baik dan sholeh. Jadi untuk mewujudkan keinginan dan harapan itu, jadilah orang tua sekaligus guru bagi anak dirumah, dengan menyajikan materi-materi yang mereka butuhkan yaitu suasana yang tenang tanpa pertengkaran dan kekerasan, kasih sayang dan perhatian yang cukup dari sosok seorang ibu dan ayah (jadilah ayah dan ibu ideal bagi anak-anak anda).

Selanjutnya agar fitrah dan potensi anak semakin berkembang dan terarah, yang mungkin dalam hal ini orang tua punya keterbatasan, anak mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru disekolah sebagai lembaga pendidikan secara formal. Disini anak di didik dan dibimbing oleh seorang guru, dan anak berinteraksi dengan teman sebaya.

Di sekolah terlihat hasil dari pola asuh orang tua dirumah sebelum anak terjun kelingkungan sekolah. Ada anak yang baik dan punya sopan santun, dan ada juga yang terbiasa berkata tidak sopan dan banyak lagi macam karakter-karakter anak yang lain. Semua model karakter anak tersebut adalah hasil dari didikan orang tua dirumah.

Sesuatu yang ditanamkan dan dibiasakan oleh orang tua sebagai dasar karakter anak itulah yang kelihatan dalam diri anak pada tahap berikutnya. Perbedaan-perbedaan ini bisa terlihat ketika anak-anak berkumpul dan bergabung jadi satu, disanalah terlihat bermacam-macam kepribadian dan karakter mereka.

Tugas guru disini membantu orang tua untuk membimbing dan mengembangkan potensi anak agar lebih terarah. Sekali lagi sifatnya hanya membantu, semaksimal apapun usaha yang dilakukan seorang guru tanpa bantuan dari orang tua hasilnya sia-sia. Karena waktu guru bersama anak dan orang tua bersama anak berbanding 25% dan 75%. Anak lebih kurang hanya punya waktu 25% perhari bersama guru disekolah, sisanya 75% lagi anak menghabiskan waktu bersama orang tua dirumah. Lagi pula saat anak berada disekolah, seorang guru tidak akan mampu memperhatikan anak didiknya satu persatu yang kadang jumlahnya melebihi kapasitas, dan dalam masalah ini guru tidak punya wewenang apa-apa, guru hanya menjalankan tugas mengajar dan menjadi seorang pendidik.

Intinya walaupun anak sudah diserahkan kesekolah bukan berarti urusan pendidikan anak adalah tanggung jawab sekolah dan orang tua lepas tangan dan melalaikan pendidikan anak. Yang harus dilakukan adalah orang tua menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pihak sekolah atau guru, agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam mendidik anak.

Setelah orang tua dibantu oleh guru disekolah, selanjutnya anak akan masuk pada lingkungan sosial yaitu masyarakat. Kematangan anak untuk masuk pada lingkungan masyarakat tidak terlepas dari peran orang tua. Tentunya orang tua telah mempersiapkan anaknya untuk memasuki lingkungan masayarakat, disekolah juga anak telah belajar hidup bersosial dengan adanya interaksi antara anak yang satu dengan yang lainnya. Pelajaran yang diperoleh anak dari orang tua dan guru menjadi bekal bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial yang lebih luas.

Tugas lingkungan masyarakat adalah memelihara dan melestarikan apa yang sudah dimiliki anak, dengan cara menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan bebas dari penyimpangan-penyimpangan yang bisa merusak jiwa anak. Usaha ini masih titik awalnya berasal dari setiap orang tua, karena masyarakat itu merupakan gabungan dari satu keluarga dengan keluarga lainnya. Apabila setiap orang tua yang ada disatu lingkungan yang disebut masyarakat sudah melaksanakan kewajiban, tugas dan tanggung jawab masing-masing pada anaknya niscaya akan tercipta lingkungan yang baik dan sehat selanjutnya anak juga akan berkembang dengan baik dan sempurna.

Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa titik awal dari pembentukan kepribadian seorang anak dan masayarakat adalah orang tua. Seandainya setiap orang tua menyadari tugas dan tanggung jawabnya serta mampu menjadi guru pertama bagi anak-anaknya, mungkin akan terlahir generasi muda yang punya kepribadian tangguh dan anak-anak sholeh.

Untuk menyudahi catatan kecil ini saya kutip arti sebuah hadits yang sudah tidah asing lagi dan sudah sering didengar, mudah-Mudahan bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua

"Abu hurairah ra. menceritakan, bahwa nabi saw pernah bersabda: tidak ada seorang anakpun yang lahir kedunia ini kecuali dalam keadaan fitrah. Maka orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi, majusi dan nasrani. (hr. Bukhori)"




(From: ainun_jariah81@yahoo.com)
Read more
7

Senyum Palsu dan Senyum Asli


Senyuman dapat mempengaruhi orang di sekitar. Karena pentingnya senyum itu, sebuah perusahaan kereta api Jepang memberlakukan sistem untuk memeriksa apakah karyawannya sudah cukup tersenyum atau belum. Peralatan komputer akan dipasang di 15 stasiun kereta api di Tokyo untuk mengukur apakah lingkaran senyum para karyawan memang sudah cukup besar.
Mereka yang dianggap masih belum tersenyum sesuai besaran yang diharapkan akan diminta agar kurang serius dan lebih gembira. Sistem ini juga akan diterapkan di sebuah rumah sakit di Osaka untuk memastikan agar para staf sudah cukup bersahahabat. Selain di rumah sakit, sistem ini rencananya akan dipasang di tempat pemberhentian truk untuk melihat apakah para supir sudah lelah atau belum.
Read more